Elsa Fitria Bena
by on March 17, 2017
559 views
Skema warna merupakan sebuah acuan rumus dari diagram lingkaran warna untuk sebuah desain, baik itu desain produk, lukisan, sampai desain arsitektur. Skema warna komplementer itu sendiri adalah perpaduan dua warna yang saling berseberangan. Seperti pada contoh gambar di atas, skema warna yang terbentuk adalah hasil penerapan dari warna merah dengan hijau yang saling berseberangan. Karena skema warna komplementer terbentuk dari dua warna yang saling berseberangan, maka kesan yang timbul adalah sebuah kekontrasan. Ada beberapa orang yang memang lebih suka akan pemilihan warna-warna yang kontras untuk pilihan warna perabot maupun dinding di dalam rumah. Namun, ada kalanya mereka belum memahami tentang adanya skema warna ini, sehingga mereka menempatkan warna-warna yang mereka inginkan tanpa rumus yang jelas. Akibatnya, terjadi tumpang tindih warna yang tidak beraturan dan justru mengacaukan kesan visual yang ada. Nah, bagi Anda yang suka akan warna-warna yang kontras, skema warna komplementer adalah yang disarankan. Lalu bagaimana menerapkan skema warna ini pada interior rumah agar terlihat tidak kaku dan tetap elegan? Berikut adalah beberapa tipsnya. 1. Pilih satu warna yang Anda sukai Dari lingkaran diagram warna, pilihlan satu warna saja yang Anda sukai, misalnya ungu. Lalu lihat pasangan komplementer dari ungu, yaitu kuning. Jika Anda hanya menyukai warna ungu, namun tidak terlalu suka dengan warna kuning, itu bukan menjadi masalah. Anda bisa mengolah ruangan yang Anda inginkan dengan warna ungu yang dijadikan sebagai warna yang dominan dan warna kuning hanya sebagai pelengkap. Namun, yang perlu diingat, komposisi warna yang terbentuk akan menghasilkan sebuah fokus tertentu pada warna yang tidak dominan. Misalnya pada gambar di bawah ini. Warna ungu yang dominan akan memberikan fokus tersendiri pada warna kuning yang sedikit. 2. Agar ruang tidak terlalu ramai, lengkapi komposisi warna dengan elemen warna netral Karena warna komplementer hanya terdiri dari dua jenis warna saja, dan dua warna itu memiliki karakter yang saling berlawanan, imbangilah dengan warna netral lain, seperti putih, abu-abu, hitam, atau bisa juga cokelat. Warna putih atau abu-abu bisa diterapkan sebagai elemen lantai. Warna cokelat bisa diambil dari material perabot yang berasal dari kayu-kayuan. Sedangkan warna hitam bisa Anda ambil dari kaca jendela (jenis kaca film) atau perabotan lain. Komposisi warna komplementer yang dipadukan dengan warna netral akan memberikan kesan hidup pada ruangan Anda. 3. Berikan kesan fokus Kesan fokus adalah sebuah kesan yang membuat pandangan visual manusia tertarik ketika pertama kali memasuki ruangan. Biasanya kesan fokus dipilih desainer interior untuk memberi kesan tidak terlupakan dari sebuah ruang. Kesan fokus dari skema warna komplementer bisa diaplikasikan dengan cara memberikan satu warna pada satu jenis perabot yang sama pada ruang yang sama. Misalnya, jika Anda mengambil warna jingga dan biru untuk ruang makan dan dapur. Anda bisa menunjuk satu jenis perabot yang bisa Anda terapkan satu macam warna (misalnya warna biru untuk meja dapur). Jangan ulangi pemakaian warna biru untuk elemen interior yang lain. Dan pakailah warna yang tersisa, yaitu jingga dan warna netral, untuk elemen interior yang lain. Dengan demikian, akan ada kesan fokus pada ruang tersebut, yaitu fokus pada meja dapur. 4. Jangan ambil dua skema warna pada ruang yang sama Jangan menggandakan skema warna pada ruang yang sama. Misalnya jika Anda sudah memilih warna ungu dan kuning sebagai warna untuk ruang keluarga, jangan tambahkan lagi warna biru dan jingga pada ruang itu, karena hal itu akan membuat mata menjadi bingung. Akibatnya, keindahan yang ingin kita tampilkan justru akan menjadi kacau.
Be the first person to like this.