Elsa Fitria Bena
by on March 3, 2017
3,104 views
Rumah adalah tempat untuk beristirahat dan menghabiskan waktu dengan keluarga. Tentu setiap orang tidak ingin rumahnya bising, karena akan sangat mengganggu indera pendenagaran para penghuni rumah. Akibatnya, aktivitas tidak akan bisa berjalan secara nyaman. Untuk rumah yang berada tepat di depan jalan raya, atau yang berada di lingkungan yang berpotensi menciptakan kebisingan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar rumah bisa menjadi tempat hunian yang nyaman. 1. Menggunakan GSB yang besar GSB atau Garis Sempadan bangunan adalah jarak minimal yang diperbolehkan suatu bangunan dari bahu jalan. GSB yang besar menjadikan bangunan semakin jaug dari pusat keramaian jalan raya. Umumnya, GSB adalah setengah dari lebar keseluruhan jalan. Jadi, misalnya jalan di depan rumah Anda berlebar 6 meter, maka jarak minimal yang dipebolehkan untuk mulai membangun bangunan adalah 3 meter dari bahu jalan. Namun, semakin panjang jarak rumah dengan jalanan akan semakin baik untuk mengurangi bising. 2. Menanam banyak tanaman Tanaman adalah sebuah unsur alami untuk mengurangi polusi udara dan juga polusi suara. Serat-serat dari tanaman akan mampu menjadikan rumah lebih asri dan lebih tenang. Semakin banyak tanaman yang ditanam di depan rumah, potensi pengurangan kebisingan yang ada juga akan semakin baik. 3. Memilih jenis tanaman pagar Tanaman pagar atau tanaman yang biasa dijadikan pelengkap suatu pagar juga berfungsi sebagai peredam suara pertama. Tanaman pagar yang memiliki kerapatan tinggi bisa membantu mengurangi kebisingan. Beberapa tanaman pagar seperti bambu jepang atau tanaman pucuk merah bisa mengurangi kebisingan jika dipasang secara rapat. 4. Mempertebal dinding muka rumah Dinding pada bagian muka rumah yang langsung berhadapan dengan jalan raya bisa dipertebal. Namun untuk dinding pada bagian dalam dan belakang rumah, perlakuan tersebut tidak perlu dilakukan. Ketebalan dinding akan memperlambat perambatan suara yang akan memasuki rumah sehingga bising bisa dikurangi. 5. Menambahkan panel akustik pada dinding Kadang, panel akustik juga perlu ditambahkan pada dinding bagian muka rumah. Saat ini banyak panel akustik yang dijual di pasaran. Ada yang terbentuk dari serat fabrikan, ada juga yang terbentuk dari kayu. 6. Menggunakan material penyerap kebisingan pada lantai Material lantai yang bisa menyerap suara juga bisa dipilih. Biasanya, material lantai yang bisa menyerap suara adalah yang lebih lunak. Bukan seperti keramik yang keras dan lebih bersifat memantulkan suara dari pada meredam suara. 7. Memilih material untuk plafon Plafon untuk meredam suara juga sudah banyak di pasaran. Biasanya plafon ini dinamakan plafon akustik. Ada yang terbuat dari papan gypsum yang diolah. Ada yang diolah dari serat-serat kayu. Anda bebas memilih jenis plafon akustik mana yang bisa digunakan. 8. Memasang gorden Gorden adalah salah satu bahan tekstil yang bisa meredam suara, karena serat kain yang ada pada gorden bersifat meredam. Jika perlu, pakai gorden yang tebal. Semakin tebal gorden, maka potensinya untuk meredam suara akan semakin besar. 9. Menggunakan kaca yang tebal Kaca yang tebal juga akan menghambat perjalanan gelombang suara. Biasanya kaca tebal disebut juga dengan double glass. Kaca ini bisa dipasang pada jendela yang langsung berhadapan dengan ruang luar yang bising. 10. Memberi dinding tambahan pada teras Desain teras juga bisa digunakan sebagai salah satu solusi untuk meredam kebisingan. Anda bisa menambahkan dinding pada teras. Selain bisa digunakan untuk meredam suara, dinding tersebut juga bisa digunakan untuk mempercantik teras rumah. 11. Membangun gazebo di taman depan Gazebo di taman depan juga merupakan elemen yang bisa menghambat perjalanan suara. Walaupun efeknya tidak terlalu terasa, karena gazebo biasanya memiliki banyak bukaan, namun keberadaannya bisa dipertimbangkan untuk diletakkan di taman depan rumah Anda. 12. Memasang alat segel suara Alat penyegel suara biasanya dipasang pada jendela rumah. Alat ini bekerja seperti selotif yang menutup celah-celah yang bisa menghantarkan suara ke dalam rumah. Anda bisa memasangnya dengan mudah. Alat ini bisa diapatkan di toko bangunan. 13. Memasang karpet Seperti gorden, karpet merupakan salah satu bahan tekstil yang mampu meredam suara, terutama suara yang ditimbulkan oleh kebisingan yang berasal dari bawah. Misalnya suara langkah kaki atau suara yang diteruskan dari jalan ke bagian dalam rumah seperti gesekan roda kendaraan dengan jalan. 14. Menciptakan jarak dengan dinding tetangga Untuk mengurangi bising dari kanan dan kiri rumah, ada baiknya diberikan jarah atau celah saat membangun dinding yang berbatasan dengan dinding tetangga. Walaupun jaraknya tidak begitu lebar. Cukup hanya sekitar 2 cm. 15. Tidak memasang polisi tidur di depan rumah Polisi tidur akan membuat suara deru kendaraan menjadi lebih lama terdengar karena pengendara harus memelankan laju kendaraan sebentar, kemudian mempercepatnya lagi. Jangan pasang polisi tidur di depan rumah Anda agar suara bising dari depan jalan tidak terdengar lebih lama. 16. Memilih material penutup atap yang tidak bising Saat hujan, atap adalah penghantar suara paling baik. Sebaiknya pilih jenis penutup atap yang tenang dan lebih mampu meredam suara. Pilihan genteng tanah liat cukup baik jika dibandingkan dengan asbes atau penutup atap spandex. 17. Tidak memasang ventilasi udara di bagian muka rumah Ventilasi udara menyebabkan gelombang suara menjadi leluasa masuk ke dalam rumah. Sebaiknya, untuk rumah yang berada di tepi jalan raya tidak dipasang ventilasi udara di bagian muka rumah. Ventilasi bisa dipasang di bagian ruang lain yang lebih tenang. 18. Menggunakan sandal rumahan yang lembut Sandal rumahan yang lembut tidak akan banyak menimbulkan bising saat bersentuhan dengan lantai. Sandal rumahan ini biasanya terbuat dari bahan-bahan tekstil yang tebal. Fungsinya akan sama dengan gorden dan karpet. 19. Meletakkan ruang yang jarang digunakan di muka depan rumah Zonasi ruang perlu dipisahkan antara ruang-ruang yang jarang digunakan untuk beraktivitas dan yang sering digunakan untuk beraktivitas. Ruang yang jarang digunakan untuk beraktivitas bisa diletakkan di muka depan rumah, seperti ruang tamu dan garasi. 20. Meletakkan area privat di sisi belakang rumah Ruang-ruang yang dirasa privat dan butuh tingkat ketenangan tinggi harus dijauhkan dari jalan raya. Untuk kamar tidur yang harus tenang dan nyaman bisa diletakkan di bagian belakang atau samping yang tidak berhubungan langsung dengan jalan raya. 21. Menciptakan gemericik air di muka rumah Suara kolam dengan suara gemericik air akan lebih menenangkan didengar dari pada suara laju kendaraan. Maka, adanya kolam sebagai media penenang bagi penghuni rumah juga bisa dipertimbangkan lagi. 22. Menempelkan batu hias pada dinding muka rumah Batu tempel bukan hanya bisa digunakan sebagai pemercantik visual dinding muka rumah, melainkan juga bisa digunakan sebagai media untuk mempertebal dinding, seperti yang sudah dijelaskan pada poin 4 bahwa dinding yang tebal akan mampu membantu menghambat laju suara dari luar.
Post in: Arsitektur
1 person likes this.