by on September 7, 2016
347 views

Tingkatkan Kualitas Perusahaan Melalui Optimalisasi Knowledge Transfer

Tentu kita semua pernah membaca pengumuman lowongan pekerjaan di koran, majalah atau website di internet. Dalam persyaratan penerimaan kerja pada umumnya jenjang pendidikan tertentu menjadi permintaan perusahaan untuk mengisi lowongan yang disediakan. Sangat jarang persyaratan kekuatan tenaga fisik secara eksplisit tercantum dalam persyaratan pengumuman lowongan kerja sebab tenaga kerja pada saat ini sesuai dengan perkembangan perusahaan mayoritas bergerak pada bidang e . tif sehingga syarat calon karyawa pun berorientasi skilled labor (tenaga kerja terdidik). Hal ini menandakan bahwa pendidikan dan pengetahuan perannya sangat penting bagi perkembangan perusahaan karena intelektual adalah aktor utama dalam membawa arah kemajuan perusahaan. Tanpa menafikan peran tenaga kerja unskilled labor yang tentu berpengaruh pula pada perusahaan namun dalam tingkat signifikansi yang berbeda. Dari fenomena ini maka dapat dianalisa bahwa eksistensi perusahaan sangat bergantung pada eksistensi pengetahuan, dengan kata lain keberadaan sumberdaya manusia berkualitas benar-benar menjadi detak jantung perusahaan. Tanpa keberadaan mereka maka tidak ada nahkoda perusahaan yang dapat membawa perusahaan berkompetisi dan maju. Dengan demikian inovasi dalam sebuah perusahaan sangat penting dibutuhkan sebagai modal untuk berkembang maka budaya inovasi harus dibiasakan tumbuh dalam perusahaan melalui kinerja berfikir kritis. Bagaimanapun inovasi akan senantiasa berbanding lurus dengan tingkat pengetahuan oleh sebab itu divisi research and development perusahaan mengandalkan sumberdaya manusia yang memiliki daya nalar kritis agar tercipta inovasi luar biasa bagi kedinamikaan perusahaan. Disinilah fungsi kerjasama sumberdaya manusia skilled labor dalam proses menciptakan inovasi yaitu melalui proses knowledge transfer (transfer ilmu pengetahuan). Knowledge transfer berfungsi untuk semakin menajamkan visi dan misi perusahaan di tengah persaingan pasar. Knowledge transfer akan melahirkan produk wacana baru dan gagasan atas jawaban tantangan internal dan eksternal perusahaan sehingga kualifikasi perusahaan semakin tinggi baik tenaga kerjanya maupun output yang dihasilkannya. Knowledge transfer dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan formal dan non formal misalnya memberikan kesempatan beasiswa bagi karyawan untuk melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi, mengikutsertakan karyawan untuk mengikuti seminar yang menunjang tugasnya di perusahaan,dan sebagainya. Selain itu knowledge transfer dapat pula dilakukan melalui forum diskusi dengan kalangan internal perusahaan maupun diskusi terbuka dengan pihak diluar perusahaan seperti konsumen, perwakilan pemerintahan, atau kolega perusahaan lain. Semua upaya tersebut dilakukan untuk merespon tuntutan arus perkembangan bisnis yang setiap detik akan selalu berubah seiring dengan lahirnya ide-ide baru yang mewarai kompetisi pasar global. Maka peran knowledge transfer sangat penting untuk memposisikan sebuah perusahaan dalam persaingannya dengan perusahaan lain. Sebagimana diketahui ribuan perusahaan bergerak pada bidang yang sama namun setiap perusahaan mengusung tema operasional yang berbeda-beda, contohnya perusahaan food sector, pada dasarnya tujuan perusahaan ini adalah memproduksi makanan namun di tingkat pemasaran semua perusahaan yang bergerak pada . or tersebut bersaing melalui brand berbeda yang dihasilkannya. Perbedaan kualitas brand di tengah persaingan pasar merupakan pangkal dari proses panjang knowledge transfer yang dijalankan perusahaan. Dari knowledge transfer ini nantinya akan terlahir gagasan dan inovasi yang ditransfomasikan dalam bentuk nilai perusahaan, dan nilai inilah yang akan menjadi brand image perusahaan atau identitas original perusahaan. Maka meningkatkan kualitas perusahaan melaui knowledge transfer mutlak diperlukan sebagai upaya kekuatan perusahaan untuk berkompetisi. Dengan demikian titik tolak utama dari keberadaan knowledge transfer adalah sumberdaya manusia yang memiliki kualifikasi baik sehingga dimulai dari proses rekrutmen karyawan pun harus dievaluasi kembali agar karyawan yang bekerja di perusahaan adalah benar-benar seorang professional yang dapat memberikan nilai tambah positif bagi perkembangan perusahaan.
Post in: Bisnis
Be the first person to like this.