Al Fatih
اَلْفَاتِح
orang yang membuka / Pembuka
الرَّحْمٰنُ
“Yang Maha Pengasih”
Ar-Rahman ditulis الرَّحْمٰنُ dan berarti yang maha pengasih. Bentuk ini dikenal sebagai nama khusus Allah, bukan sekadar kata pujian yang dapat ditempelkan kepada siapa saja. Karena itu, Ar-Rahman tidak boleh dipakai sebagai nama manusia dalam bentuk khusus ini. Peringatan tersebut berhubungan dengan kekhususan maknanya, bukan karena susunan katanya memiliki arti buruk. Sebagian sifat baik dapat digunakan bagi manusia dalam kadar terbatas, tetapi nama yang menunjukkan kekhususan Allah diperlakukan berbeda. Kata sandang al atau ar sering menjadi bagian penting karena membentuk sebutan khusus dengan makna yang utuh.
Kata sandang ar dan bentuk Rahman di sini membentuk nama ketuhanan. Bentuk yang lazim dan baik untuk manusia adalah Abdur Rahman. Bahasa Arab mengenal sifat yang dapat dipakai bagi manusia dalam arti terbatas, tetapi ada nama yang menunjukkan kesempurnaan dan kekhususan Allah. Perbedaan ini penting agar semua Asmaul Husna tidak diperlakukan dengan satu aturan yang terlalu sederhana. Penjelasan ini membedakan antara menyebut sifat secara umum dan memakai nama ketuhanan secara lengkap untuk manusia. Makna mutlak berarti sifat itu sempurna, menyeluruh, dan tidak dibatasi sebagaimana kemampuan makhluk.
Ar-Rahman merupakan nama Allah yang menunjukkan kasih-Nya yang sempurna dan luas kepada seluruh ciptaan. Ketika nama itu diberikan kepada manusia dalam bentuk yang lengkap dan mutlak, kesannya dapat menyamakan kemampuan makhluk yang terbatas dengan sifat Allah yang sempurna. Itulah alasan bentuk khusus tersebut dihindari dalam pemberian nama manusia. Tulisan Arab perlu dipertahankan agar bentuk khusus ini tidak tercampur dengan kata lain yang hanya terdengar serupa. Orang yang sudah memakai nama tersebut tidak dinilai keyakinannya hanya berdasarkan keputusan keluarga ketika ia lahir. Calon orang tua dapat memilih bentuk yang jelas dan tidak diperselisihkan tanpa kehilangan keindahan makna dasarnya.
Bentuk yang lebih tepat dapat dibuat dengan menambahkan Abd atau Abdul. Contohnya ialah Abdur Rahman atau Rahim dalam makna manusiawi yang terbatas. Susunan baru itu tidak lagi menisbatkan sifat ketuhanan kepada pemilik nama, tetapi menyatakan bahwa ia adalah hamba Allah yang disebut melalui salah satu nama-Nya. Kata sandang al atau ar sering menjadi bagian penting karena membentuk sebutan khusus dengan makna yang utuh. Masalahnya bukan karena bunyinya buruk, melainkan karena kesempurnaan sifat itu tidak dapat dinisbatkan kepada manusia. Menambahkan Abdul menghasilkan susunan hamba dari nama Allah dan merupakan bentuk yang lazim dalam tradisi penamaan Islam.
Seseorang yang sudah terlanjur memakai Ar-Rahman tetap harus dihormati dan tidak dinilai hanya dari namanya. Ia mungkin menerima nama tersebut tanpa memahami perinciannya. Pengetahuan ini terutama membantu calon orang tua memilih bentuk yang jelas sejak awal. Perbaikan ejaan atau perubahan nama dapat dipertimbangkan secara baik tanpa mempermalukan pemiliknya. Makna mutlak berarti sifat itu sempurna, menyeluruh, dan tidak dibatasi sebagaimana kemampuan makhluk. Kehati-hatian pada nama khusus merupakan bentuk penghormatan, bukan alasan untuk merendahkan pemilik nama yang sudah ada. Sebagian sifat baik dapat digunakan bagi manusia dalam kadar terbatas, tetapi nama yang menunjukkan kekhususan Allah diperlakukan berbeda.
الرَّحْمٰنُ
Makna keseluruhan: “Yang Maha Pengasih”