Al Fatih
اَلْفَاتِح
orang yang membuka / Pembuka
عَبْدُ الشَّمْسِ
“Hamba matahari”
Abdusy Syams ditulis عَبْدُ الشَّمْسِ dan secara langsung berarti hamba matahari. Bagian awalnya berasal dari kata abd yang berarti hamba atau orang yang mengabdikan diri. Persoalannya terletak pada unsur setelah Abd karena unsur itulah yang menjadi tujuan penghambaan dalam rangkaian nama. Dengan pertimbangan tersebut, nama ini dilarang karena menyandarkan penghambaan kepada matahari. Kata abd dapat berarti hamba, pelayan, atau orang yang mengabdikan diri, bergantung pada susunan dan konteksnya. Dalam tata nama Islam, rangkaian Abd paling aman disambungkan dengan nama Allah yang memang dapat menjadi sandaran penghambaan.
Bentuk Abdusy muncul karena penyesuaian bunyi Abd al ketika bertemu huruf syamsiyah syin. Arti susunannya tetap hamba matahari. Rasa hormat dan cinta kepada sosok atau hal yang disebut tetap memiliki tempat, tetapi keduanya tidak sama dengan penghambaan. Sebuah nama dapat menunjukkan penghormatan tanpa memakai susunan Abd yang memberi hubungan hamba dengan pihak setelahnya. Bagi calon orang tua, memilih bentuk yang tidak diperselisihkan biasanya lebih menenteramkan untuk jangka panjang. Perubahan satu unsur setelah Abd dapat mengubah seluruh arah makna, walaupun bunyinya tetap terasa akrab.
Dasar penilaiannya berasal dari prinsip penamaan, bukan karena pihak yang disebut dianggap hina. Matahari merupakan ciptaan Allah sehingga tidak boleh menjadi sandaran penghambaan dalam sebuah nama. Karena itu, Abdullah dan rangkaian Abd dengan nama Allah diperlakukan berbeda dari Abd yang disandarkan kepada manusia, malaikat, benda langit, atau tempat suci. Pendapat yang membolehkan kadang memahami abd sebagai pelayan atau pengikut, bukan penyembah dalam arti ibadah. Pendapat yang lebih ketat dan banyak digunakan dalam rujukan fikih Sunni menilai rangkaian seperti ini tidak layak. Orang yang sudah menyandang nama tersebut tidak boleh langsung dituduh memiliki keyakinan yang sesuai arti harfiahnya.
Di masyarakat Muslim, beberapa bentuk seperti Abdusy Syams memang telah lama digunakan dan dapat dipahami sebagai pelayan, pengikut, atau orang yang berbakti. Perbedaan pemahaman ini layak diketahui. Namun, calon orang tua yang ingin menghindari perbedaan pendapat dapat memilih nama yang lebih jelas, misalnya Abdullah, Abdun Nur dengan pertimbangan yang tepat, atau Abdul Hadi. Dalam tata nama Islam, rangkaian Abd paling aman disambungkan dengan nama Allah yang memang dapat menjadi sandaran penghambaan. Penghormatan kepada nabi, malaikat, keluarga Nabi, dan tempat suci tetap dijaga tanpa menjadikannya tujuan penghambaan.
Bagi orang yang sudah bernama Abdusy Syams, arti harfiah tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menuduh keyakinan atau merendahkan dirinya. Nama biasanya diberikan oleh keluarga saat seseorang belum dapat memilih. Catatan ini lebih berguna sebagai pengetahuan dan pertimbangan bagi pemberian nama baru. Jika ingin mengubahnya, keputusan sebaiknya dilakukan dengan tenang dan pendampingan yang dipercaya. Perubahan satu unsur setelah Abd dapat mengubah seluruh arah makna, walaupun bunyinya tetap terasa akrab. Tulisan Arab membantu memastikan siapa atau apa yang menjadi sandaran kata Abd di dalam nama tersebut.
عَبْدُ الشَّمْسِ
Makna keseluruhan: “Hamba matahari”