Elsa Fitria Bena
by on March 3, 2017
560 views
Di sekitar kota Malang dan Batu ada sebuah tempat wisata alami yang cocok untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga dan teman-teman. Namanya adalah bedengan. Bedengan ini merupakan sebuah wilayah dengan hutan pinus dan aliran sungai Kalisat yang sejuk. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Malang. Kita bisa bermain-main, berfoto-foto, piknik, dan bahkan berkemah di sana. Aliran sungainya terbilang aman untuk digunakan berendam atau sekadar bermain air. Berada di Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, membuat Bedengan bisa diakses dari kota Malang, maupun kota Batu karena posisinya ada di antara kedua kota tersebut. Bedengan ini banyak dikunjungi oleh kalangan anak muda dan juga kunjungan keluarga. Seringkali saat weekend, banyak yang mendirikan tenda di sana. Tak jarang, Bedengan juga menjadi jujukan para panitia untuk mengadakan sebuah acara atau event. Dulunya, daerah ini digunakan untuk pembibitan tanaman yang bernama bedeng. Mungkin hal itu yang melatarbelakangi pemberian nama Bedengan. Aksesibilitas Dari Kota Malang, perjalanan bisa ditempuh dengan singkat melalui kawasan Joyogrand. Lama perjalanan adalah sekitar satu jam. Awalnya, kita akan disuguhkan pemandangan khas pedesaan berupa rumah-rumah desa. Makin masuk, kita akan menemui perkebunan di kanan dan kiri jalan kecil. Semakin ke dalam, jalanan sudah bukan lagi jalanan aspal, melainkan jalan setapak dari tanah. Jika hujan, jalanan akan sangat licin. Perjalanan juga bisa dijangkau dari kota Batu. Namun rute untuk ke sana lebih memutar jika dibandingkan dengan rute Joyogrand. HTM dan Akomodasi Tidak ada loket khusus di sana. Kita hanya dikenakan biaya parkir jika ada yang berjaga. Biaya parkirnya seperti biaya parkir pada umumnya, yaitu Rp 2.000-3.000 rupiah untuk satu motor. Ada juga parkiran untuk yang membawa kendaraan roda 4. Namun jika kita memutuskan untuk berkemah di sana, keesokan paginya akan ada petugas yang menarik harga di luar harga parkir. Saya dan teman-teman dikenakan biaya Rp 35.000 untuk satu kelompok. Fasilitas yang ada di Bedengan adalah camp ground di bawah hutan pinus, sungai yang jernih, jembatan kayu, dan toilet. Sudah cukup lengkap untuk sebuah wisata alam. Namun kondisi toiletnya belum sepenuhnya baik. Kadang airnya mati. Ada juga toilet yang pintuny rusak. Tapi, keindahan alam di sana memang cukup bisa membuat kita lepas dari kehidupan kota. Pengalaman Saya mengunjungi Bedengan sebanyak dua kali. Pertama pada November 2016 untuk berkemah, dan yang kedua pada awal Januari 2017 untuk bermain-main biasa. Kesan saya saat pertama kali mengunjungi tempat ini adalah medannya cukup susah. Apalagi jika hujan. Jalanan untuk pergi ke Bedengan belum nyaman untuk dilalui kendaraan bermotor. Saya lebih memilih berjalan kaki agar tidak terpeleset. Kedua, Bedengan sudah tidak privat seperti beberapa tahun yang lalu. Dulunya tempat ini hanyalah daerah tepian sungai yang biasa digunakan orang-orang untuk sekadar melepas lelah. Sekarang Bedengan menjelma tempat wisata keluarga yang sudah sering dikunjungi. Bahkan saat November 2016, saya cukup terganggu dengan adanya kegiatan kampus alias ospek dari salah satu perguruan tinggi swasta yang dilakukan di sana. Tempat yang seharusnya digunakan untuk mendekatkan diri dengan alam justru terganggu ketenanganya akan kegiatan-kegiatan tersebut. Namun pada dasarnya, hawa sejuk di sini memang masih bersih. Sungainya pun juga jernih, sehingga saya dan teman-teman tidak perlu bingung untuk mencuci beras saat akan memasak. Selain itu, adanya pepohonan pinus memungkinkan kami memasang hammock. Menurut saya, Bedengan tempat yang bisa direkomendasikan. Namun, pilihlah hari-hari yang sekiranya orang-orang tidak banyak mengunjungunya.
Post in: Pariwisata
1 person likes this.